Eksternalitas muncul ketika aktivitas produsen, konsumen, maupun keduanya
menyebabkan kerugian ataupun keuntungan tanpa ada kompensasi yang dibuat. Teori
invisible hand berasumsi bahwa
kesejahteraan sosial akan tercapai jika setiap individu dapat memenuhi
kepentingan pribadinya. Namun, teori ini sangat bergantung pada ketidakadaan
eksternalitas pada produksi maupun konsumsi. Ketika eksternalitas muncul, akan
terjadi misalokasi sumber daya di dalam pasar persaingan sempurna. Teori invisible hand secara implisit
menyatakan bahawa semua manfaat dari barang yang diproduksi merupakan
keuntungan pribadi. Hanya yang membeli barang tersebut yang akan mendapatkan
manfaat dari barang itu.Ketika seseorang membeli mangga, maka orang itulah yang
akan mendapatkan manfaat dari mangga.
Namun, tidak semua barang
memberikan manfaat hanya bagi yang membelinya saja, banyak juga barang yang
memberi manfaat bagi orang yang tidak membeli barang tersebut. Hal inilah yang
disebut sebagai kebermanfaatan eksternalitas. Sebagai contoh, seorang petani
memliki lahan pertanian di sebuah lembah yang sering banjir, maka ia
berinisiatif membangun sebuah bendungan untuk menjaga lahan dari banjir dan
agar pengairan di lahan tersebut lebih mudah. Dengan adanya bendungan tersebut
bukan hanya petani yang membangun yang mendapatkan manfaat dari bendungan, tapi
warga sekitar juga ikut mendapatkan manfaat perlindungan banjir dari bendungan
tersebut.
Kebermanfaatan eksternalitas sering dianggap sebagai sebuah
ketidakadilan, ketika seseorang mendapatakan keuntungan atau manfaat dari usaha
orang lain atas pemenuhan kebutuhannya. Namun, yang paling penting dari
fenomena eksternalitas adalah outcome yang tidak efisien, dalam pasar persaingan
sempurna, alokasi sumber daya menjadi tidak akan efisien ketika adanya eksternalitas,
karena manfaat dari eksternalitas tidak direfleksikan dalam kurva permintaan
produk.
Untuk mengatasi permasalahan dalam eksternalitas, khususnya free rider (orang yang mendapat
keuntungan dari eksternalitas), pada dasarnya ada dua prinsip; (1) kesampingkan orang-orang yang tidak
membayar apapun untuk mendapatkan manfaat (free
rider). (2) memastikan bahwa setiap orang yang mendapatkan manfaat harus
membayar biaya dari manfaat tersebut. Dari sudut pandang prinsip yang ke-2,
pemerintah dapat mensubsidi dari pendapatan pajak untuk produksi ataupun
konsumsi dari barang-barang yang dapat menimbulkan eksternalitas. Alternatif
lainnya, pemerintah dapat menyediakan sendiri barang-barang tersebut bagi
masyarakat. Sehingga tidak ada kecemburuan sosial, karena kebermanfaatan
eksternalitas sejalan dengan tujuan pemerintah mensejahterakan rakyat.
Berbeda dengan situasi yang dijelaskan di atas, banyak kejadian dalam
pasar privat gagal menyelesaikan masalah eksternalitas secara sistematis. Dalam
kasus pembangunan bendungan, keuntungan marjinal yang didapatkan warga sekitar
mungkin akan lebih kecil dari biaya pembangunan bangunan itu sendiri. Dalam
konteks pasar privat, tidak ada yang mau membayar lebih besar dari keuntungan
marjinal yang didapat. Tanpa penambahan
keuntungan marjinal, pasar privat tidak bisa menggunakan sumber daya secara
efisien dalam pembangunan bendungan tersebut. Tapi, dari sudut pandang sosial,
bendungan tersebut harus tetap dibangun. Cara alternatif, seperti yang telah
dijelaskan di atas, pemerintahlah yang harus membangun bendungan tersebut. Hal
ini menjawab permasalahan kesejahteraan sosial dan efisiensi penggunaan sumber
daya.
Para ahli ekonomi menyebut bendungan itu sebagai barang publik. Yang
membedakan antara barang publik dan privat adalah adanya kebermanfaatan
eksternalitas yang non-eksklusif. Contoh lain dari barang publik adalah
pertahanan nasional, karena manfaat dari sistem pertahanan nasional adalah bagi
semua orang, tanpa peduli siapa yang membangun atau mengusahakannya.
Dalam banyak kasus, barang yang kebermanfaatan eksternalitasnya non-eksklusif
bukanlah murni barang publik. Untuk
mengklasifikasikan sesuatu sebagai barang
publlik, kebermanfaatannya tidak hanya non-eksklusif, tapi ketika
digunakan oleh seseorang atau
pihak-pihak yang berkepentingan tidak akan mengurangi ketersediaannya bagi
orang lain atau pihak lain. Dalam hal ini setiap orang mendapatkan manfaat yang
sama dari barang publik.
Dalam bahasan di atas banyak disinggung mengenai pengunaan sumber daya dalam kegiatan ekonomi.
Permasalahan dalam eksternalitas juga menyinggung penggunaan sumber daya yang
tidak efisien dalam pasar privat. Dalam ekonomi, ketidakefisienan atau
misalokasi sumber daya diartikan sebagai keadaan dimana sumber daya seperti
lahan, buruh, dan modal ketika dikombinasikan untuk berproduksi tidak menghasilakan
output yang maksimal yang memicu tidak optimalnya produktivitas.
Sumber:
Atkinson, Llyold C. Economics,
The Science of Choice. 1982. Illinois: Richard D.Irwin, Inc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar