Senin, 14 April 2014

EKSTERNALITAS, BARANG PUBLIK, dan SUMBER DAYA

Eksternalitas muncul ketika aktivitas produsen, konsumen, maupun keduanya menyebabkan kerugian ataupun keuntungan tanpa ada kompensasi yang dibuat. Teori invisible hand berasumsi bahwa kesejahteraan sosial akan tercapai jika setiap individu dapat memenuhi kepentingan pribadinya. Namun, teori ini sangat bergantung pada ketidakadaan eksternalitas pada produksi maupun konsumsi. Ketika eksternalitas muncul, akan terjadi misalokasi sumber daya di dalam pasar persaingan sempurna. Teori invisible hand secara implisit menyatakan bahawa semua manfaat dari barang yang diproduksi merupakan keuntungan pribadi. Hanya yang membeli barang tersebut yang akan mendapatkan manfaat dari barang itu.Ketika seseorang membeli mangga, maka orang itulah yang akan mendapatkan manfaat dari mangga.
 Namun, tidak semua barang memberikan manfaat hanya bagi yang membelinya saja, banyak juga barang yang memberi manfaat bagi orang yang tidak membeli barang tersebut. Hal inilah yang disebut sebagai kebermanfaatan eksternalitas. Sebagai contoh, seorang petani memliki lahan pertanian di sebuah lembah yang sering banjir, maka ia berinisiatif membangun sebuah bendungan untuk menjaga lahan dari banjir dan agar pengairan di lahan tersebut lebih mudah. Dengan adanya bendungan tersebut bukan hanya petani yang membangun yang mendapatkan manfaat dari bendungan, tapi warga sekitar juga ikut mendapatkan manfaat perlindungan banjir dari bendungan tersebut.
Kebermanfaatan eksternalitas sering dianggap sebagai sebuah ketidakadilan, ketika seseorang mendapatakan keuntungan atau manfaat dari usaha orang lain atas pemenuhan kebutuhannya. Namun, yang paling penting dari fenomena eksternalitas adalah outcome yang tidak efisien, dalam pasar persaingan sempurna, alokasi sumber daya menjadi  tidak akan efisien ketika adanya eksternalitas, karena manfaat dari eksternalitas tidak direfleksikan dalam kurva permintaan produk.
Untuk mengatasi permasalahan dalam eksternalitas, khususnya free rider (orang yang mendapat keuntungan dari eksternalitas), pada dasarnya ada dua prinsip;  (1) kesampingkan orang-orang yang tidak membayar apapun untuk mendapatkan manfaat (free rider). (2) memastikan bahwa setiap orang yang mendapatkan manfaat harus membayar biaya dari manfaat tersebut. Dari sudut pandang prinsip yang ke-2, pemerintah dapat mensubsidi dari pendapatan pajak untuk produksi ataupun konsumsi dari barang-barang yang dapat menimbulkan eksternalitas. Alternatif lainnya, pemerintah dapat menyediakan sendiri barang-barang tersebut bagi masyarakat. Sehingga tidak ada kecemburuan sosial, karena kebermanfaatan eksternalitas sejalan dengan tujuan pemerintah mensejahterakan rakyat.
Berbeda dengan situasi yang dijelaskan di atas, banyak kejadian dalam pasar privat gagal menyelesaikan masalah eksternalitas secara sistematis. Dalam kasus pembangunan bendungan, keuntungan marjinal yang didapatkan warga sekitar mungkin akan lebih kecil dari biaya pembangunan bangunan itu sendiri. Dalam konteks pasar privat, tidak ada yang mau membayar lebih besar dari keuntungan marjinal yang didapat.  Tanpa penambahan keuntungan marjinal, pasar privat tidak bisa menggunakan sumber daya secara efisien dalam pembangunan bendungan tersebut. Tapi, dari sudut pandang sosial, bendungan tersebut harus tetap dibangun. Cara alternatif, seperti yang telah dijelaskan di atas, pemerintahlah yang harus membangun bendungan tersebut. Hal ini menjawab permasalahan kesejahteraan sosial dan efisiensi penggunaan sumber daya.
Para ahli ekonomi menyebut bendungan itu sebagai barang publik. Yang membedakan antara barang publik dan privat adalah adanya kebermanfaatan eksternalitas yang non-eksklusif. Contoh lain dari barang publik adalah pertahanan nasional, karena manfaat dari sistem pertahanan nasional adalah bagi semua orang, tanpa peduli siapa yang membangun atau mengusahakannya.
Dalam banyak kasus, barang yang kebermanfaatan eksternalitasnya non-eksklusif bukanlah murni barang publik.  Untuk mengklasifikasikan sesuatu sebagai barang publlik, kebermanfaatannya tidak hanya non-eksklusif, tapi ketika digunakan  oleh seseorang atau pihak-pihak yang berkepentingan tidak akan mengurangi ketersediaannya bagi orang lain atau pihak lain. Dalam hal ini setiap orang mendapatkan manfaat yang sama dari barang publik.
Dalam bahasan di atas banyak disinggung mengenai pengunaan sumber daya dalam kegiatan ekonomi. Permasalahan dalam eksternalitas juga menyinggung penggunaan sumber daya yang tidak efisien dalam pasar privat. Dalam ekonomi, ketidakefisienan atau misalokasi sumber daya diartikan sebagai keadaan dimana sumber daya seperti lahan, buruh, dan modal ketika dikombinasikan untuk berproduksi tidak menghasilakan output yang maksimal yang memicu tidak optimalnya produktivitas.




Sumber:

Atkinson, Llyold C. Economics, The Science of Choice. 1982. Illinois: Richard D.Irwin, Inc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar