Pendahuluan
Teori-teori
sosial merupakan kerangka kerja dari pembuktian empiris yang digunakan untuk
mempelajari dan menafsirkan fenomena sosial. Teori-teori sosial berhubungan
dengan perdebatan historis seperti positivisme dan antipositivisme. Beberapa
teori sosial berusaha untuk tetap saintifik, deskritif, dan objektif. Berikut
pemaparan singkat dari beberapa teori sosial.
Teori Konflik
Teori
konfik memiliki akar yang luas dan beragam yang berkisar dari pendekatan intra
psikis individu Freud hingga pendekatan sistematik pada masyarakat oleh Karl
Marx. Teori konflik menjadi popular pada tahun 1960-an ketika feminis dan orang
Amerika keturunan Afrika mengkaji ulang teori keluarga yang ada. Teori
konflik meneliti cara-cara di mana kelompok yang tidak setuju, berusaha untuk
mendapat kekuasaan dan bersaing untuk sumber daya (seperti kekayaan dan
prestise). Menurut Thomas Hobbes, tatanan sosial memungkinkan manusia membentuk
kontrak sosial yang memberikan hak-hak kepentingan diri untuk hidup dalam
masyarakat yang stabil dan hukum masyarakat yang aman.
Teori
konflik berasumsi bahwa:
1.
Tidak ada manusia yang tidak
memiliki konflik kepentingan. Konflik dibutuhkan untuk perkembangan dan
perubahan sosial
2.
Konflik dan perubahan merupakan hal
yang normal, tidak dapat dielakan dan ada dimana-mana
3.
Konflik adalah endemis. Bertujuan
untuk mengatur konflik sehingga tidak menimbulkan tingkat kerusakan kelompok
menjadi individu-individu yang terpisah.
4.
Adanya kelangkaan sumber daya.
Konflik terjadi akibat kurangnya sumber daya sehingga manusia tidak dapat
memenuhi semua keinginannya. Jika semua orang mendapatkan semua yang diinginkan
maka tidak akan ada konflik
5.
Masyarakat terdiri dari berbagai
elemen-elemen yang berbeda dan tidak merata. Oleh karena itu hirarki muncul
karena ketidakseimbangan kekuasaan. Masyarakat cenderung mempertahankan tatanan
hirarki daripada merubah tatanan itu sendiri.
Teori
Evolusi
Teori ini berpatokan pada perubahan
yang memerlukan proses yang cukup panjang. Dalam proses tersebut, terdapat
beberapa tahapan yang harus dilalui untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Ada
bermacam-macam teori tentang evolusi. Teori tersebut digolongkan ke dalam
beberapa kategori, yaitu unilinear
theories of evolution, universal
theories of evolution, dan multilined
theories of evolution.
a. Unilinear
Theories of Evolution
Teori ini berpendapat bahwa manusia
dan masyarakat termasuk kebudayaannya akan mengalami perkembangan sesuai dengan
tahapan-tahapan tertentu dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks dan
akhirnya sempurna. Pelopor teori ini antara lain Auguste Comte dan Herbert
Spencer.
b. Universal Theories of Evolution
Teori ini menyatakan bahwa
perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap.
Kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi tertentu. Menurut
Herbert Spencer, prinsip teori ini adalah bahwa masyarakat merupakan hasil
perkembangan dari kelompok homogen menjadi kelompok yang heterogen.
c. Multilined Theories of Evolution
Teori ini lebih menekankan pada
penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat.
Misalnya mengadakan penelitian tentang perubahan sistem mata pencaharian dari
sistem berburu ke sistem pertanian menetap dengan menggunakan pemupukan dan
pengairan.
Teori Fungsionalis
Konsep yang berkembang dari teori
ini adalah cultural lag (kesenjangan
budaya). Konsep ini mendukung Teori Fungsionalis untuk menjelaskan bahwa
perubahan sosial tidak lepas dari hubungan antara unsur-unsur kebudayaan dalam
masyarakat. Menurut teori ini, beberapa unsur kebudayaan bisa saja berubah
dengan sangat cepat sementara unsur yang lainnya tidak dapat mengikuti
kecepatan perubahan unsur tersebut. Maka, yang terjadi adalah ketertinggalan
unsur yang berubah secara perlahan tersebut. Ketertinggalan ini menyebabkan
kesenjangan sosial atau cultural lag.
Para penganut Teori Fungsionalis
lebih menerima perubahan sosial sebagai sesuatu yang konstan dan tidak
memerlukan penjelasan. Perubahan dianggap sebagai suatu hal yang mengacaukan
keseimbangan masyarakat. Proses pengacauan ini berhenti pada saat perubahan itu
telah diintegrasikan dalam kebudayaan. Apabila perubahan itu ternyata
bermanfaat, maka perubahan itu bersifat fungsional dan akhirnya diterima oleh
masyarakat, tetapi apabila terbukti disfungsional atau tidak bermanfaat,
perubahan akan ditolak. Tokoh dari teori ini adalah William Ogburn.
Teori
Psikologi Sosial
Pendekatan
perilaku
Menurut pendekatan perilaku, pada
dasarnya tingkah laku adalah respon atasstimulus yang datang. Secara sederhana
dapat digambarkan dalam model S - Ratau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini
berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpakerja mental sama sekali.
Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudiandikembangkan oleh banyak
ahli, seperti B.F.Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.
Pendekatan
kognitif
Pendekatan kognitif menekankan bahwa
tingkah laku adalah proses mental,dimana individu (organisme) aktif dalam
menangkap, menilai, membandingkan, danmenanggapi stimulus sebelum melakukan
reaksi. Individu menerima stimulus lalumelakukan proses mental sebelum memberikan
reaksi atas stimulus yang datang.
Pendekatan
psikoanalisa
Pendekatan psikoanalisa dikembangkan
oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa
kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar.Sehingga
tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari.
Teori
Perspektif Alternatif: Konstrutivisme
Perspektif alternatif
konstruktivisme hadir sebagai perspektif yang mengkritisi perspektif-perspektif
yang telah ada sebelumnya. Konstruktivisme muncul pada masa berakhirnya Perang
Dingin pada tahun 1989 seiring dengan bubarnya Pakta Warsawa karena kekalahan
Uni Soviet dalam Perang Dingin tersebut. Konstruktivisme merupakan perspektif
yang muncul pada perdebatan besar ketiga
Menurut konstruktivis, dunia sosial
bukanlah sesuatu yang ‘diberikan’, dunia sosial bukan sesuatu yang
hukum-hukumnya dapat ditemukan melalui penelitian ilmiah dan dijelaskan melalui
teori ilmiah seperti yang dikemukakan kaum behavioralis dan positivis (Jackson
& Sorensen 1999, 307). Dunia sosial dilihat dari segi ontologis merupakan
sesuatu yang dibentuk oleh masyarakat yang hidup di dalamnya pada waktu dan
tempat tertentu.
Daftar
Pustaka
-
Conflict Theory ; http://www.csun.edu/~whw2380/542/Conflict%20theory.htm diakses
pada tanggal 08/10/2013
-
Pengantar Ilmu Sosial http://id.scribd.com/doc/102654056/Pengantar-Ilmu-Sosial-Fix#page=77 diakses pada tanggal 08/10/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar