Senin, 14 April 2014

Pasar Kompetitif, Monopoli, Oligopoli, dan Kompetisi Monopolistik

I.                    Pasar kompetitif

Dari segi bentuk struktur pasar , secara umum pasar kompetitif murni atau pasar kompetitif sempurna memiliki empat karakteristik sebagai berikut:
1.       Industri terdiri dari perusahaan-perusahan yang relatif kecil dengan jumlah yang sangat banyak. Hal yang paling penting adalah bahwa setiap perusahaan memproduksi hanya sebagian kecil dari total output industri.
2.       Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen. Maksudnya adalah output dari setiap perusahaan tidak dapat dibedakan satu sama lain dari sudut pandang konsumen.
3.       Semua pelaku pasar mengetahui seluruh fenomena dalam pasar tersebut. Jika dua perusahaan/produsen menjual barang dengan harga yang berbeda, maka semua konsumen akan mengetahui fenomena tersebut.
4.       Tidak ada batasan untuk masuk dalam pasar kompetitif.

Dalam pasar kompetitif sempurna marginal revenue (MR) sebanding dengan average revenue (AR), maka keuntungan dimaksimalkan dengan cara menyetarakan produksi dengan titik dimana marginal cost (MC) sama dengan price (P). Jika pendapatan produsen (Revenue) tidak mencukupi biaya variabel, produsen akan meminimalisasi kerugian dengan cara berhenti berproduksi. Ada atau tidak adanya keuntungan ekonomi, mengatur masuk dan keluarnya perusahaan/produsen dari pasar kompetitif sempurna
Jika telusuri lebih jauh, pasar kompetitif sempurna terlihat tidak realistis. Memang benar, pasar kompetitif sempurna merupakan bentuk ekstrem dari struktur pasar. Namun, kita tidak bisa mengesampingkan konsep ini karena banyak kasus dalam dunia industri yang mendekati konsep pasar kompetitif, sehingga dengan memahaminya kita dapat mengetahui prilaku pasar tersebut. Selain itu, pemahaman tentang konsep pasar kompetitif sempurna ini merupakan prasyarat agar kita dapat memahami konsep struktur pasar yang jauh lebih kompleks.



II.                  Monopoli
Berkebalikan dengan pasar kompetitif sempurna, kita mengenal adanya monopoli dimana hanya ada satu perusahaan/produsen skala besar dalam suatu industri. Pelaku monopoli dapat mengatur harga pasar tanpa ada pertimbangan terhadap pihak lain. Tapi, kemampuan mengatur harga pasar pelaku monopoli sangat terbatas, karena ketika ia ingin menjual barang dengan jumlah besar maka harga harus diturunkan. Sebagai konsekuensinya, pelaku monopoli harus dapat menentukan kapasitas produksi dengan harga barang monopoli itu sendiri.  
Sebuah pasar monopoli akan lebih sering memproduksi sedikit output dengan biaya yang relatif tinggi daripada pasar kompetitif sempurna. Konsekuensinya, lebih sedikit sumber daya yang digunakan dalam industri yang dimonopoli. Hal ini menimbulkan kemungkinan hilangnya efisiensi sumber daya dalam monopoli.
Jika skala ekonomi mencukupi, hal ini memungkinkan usaha pemaksimalan keuntungan pasar monopoli dengan cara memproduksi lebih banyak barang dengan biaya yang lebih rendah dari pasar kompetitif sempurna. Dari sudut pandang pengalokasian sumber daya, sudah seharusnya pemerintah sebagai pemegang kekuasaan mengatur kebijakan harga pasar terhadap marginal cost.

III.                Oligopoli
Tidak ada struktur pasar yang lebih sulit untuk dianalisis kecuali oligopoli. Sangat sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi ketika para pelaku oligopoli berusaha memaksimalakan keuntungan. Oleh karena itu, konsep pemaksimalan profit pasar oligopoli menjadi sangat ambigu. Padahal banyak sekali sektor penting dalam ekonomi kita berada dalam pasar oligopoli seperti industri mobil, baja, minyak bumi, gas alam, aluminium, serat sintetis, peralatan komunikasi, lampu, komputer, sabun, deterjen, mesin jahit dan masih banyak lagi. Dari tiap industri tersebut, lebih dari 70 persen diproduksi oleh tiga atau empat perusahaan.
Dalam pasar oligopoli, pembedaan produk dan kurangnya informasi merupakan hal yang paling penting dari kekuatan monopoli dalam sistem oligopoli. Tapi, yang menjadi ciri utama dari oligopoli adalah produksi barang dalam industri dikuasai oleh beberapa produsen besar. Karena itulah, hubungan interdependensi antar produsen dalam oligopoli berbeda dengan sistem pasar lain.
Dalam oligopoli, peningkatan pangsa pasar dari salah satu produsen akan menimbulkan dampak  bagi pangsa pasar produsen lain. Sebagai contoh, ketika perusahaan A merencanakan perubahan harga, maka harus mempertimbangkan dampak bagi prilaku perusahaan lain dalam pasar oligopoli tersebut. Akankah mereka tetap mempertahankan harga jika perusahaan A menurunkan harga?jika ya, maka perusahaan A akan memiliki pangsa pasar yang lebih besar. Tapi jika perusahaan lain menurunkan harga, maka pangsa pasar perusahaan A tidak mengalami perubahan.

IV.               Kompetisi Monopolistik
Kompetisi monopolistik memiliki banyak persamaan dengan pasar kompetiti sempurna. Kompetisi monopolistik secara umum memiliki jumlah produsen kecil yang dapat diukur. Ada dua perbedaan penting diantara keduanya. Pertama, setiap produsen dalam pasar kompetisi sempurna memproduksi barang yang relatif sama, hampir tidak dapat dibedakan. Dalam kompetisi monopolistik, secara umum setiap produsen memproduksi barang yang relatif berbeda. Kedua, dalam pasar kompetisi sempurna diasumsikan bahwa pembeli dan penjual memiliki informasi lengkap tentang kegiatan pasar, sedangkan dalam kompetisi monopolistik, diasumsikan bahwa setiap orang tidak memiliki informasi lengakap.
Pembedaan produk dalam kompetisi monopolistik sangatlah penting. Terkadang perbedaannya bersifat substantif, kadang juga tidak. Bagaimanapun juga, yang lebih penting adalah barang hasil produksi berdeda atau tidak dalam sudut pandang pembeli. Disamping itu, periklanan juga penting dan dinilai cukup kontroversial dalam kompetisi monopolistik. Tujuannya adalah (1) untuk memperluas demand terhadap produk, (2) untuk mempertahankan demand menghadapi upaya-upaya promosi oleh produsen lain, dan (3) untuk mengurasi elastisitas harga demand.



Sumber:
Atkinson, Llyold C. Economics, The Science of Choice. 1982. Illinois: Richard D.Irwin, Inc.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar