I.
Pasar kompetitif
Dari segi bentuk struktur pasar , secara umum pasar
kompetitif murni atau pasar kompetitif sempurna memiliki empat karakteristik
sebagai berikut:
1.
Industri terdiri dari perusahaan-perusahan
yang relatif kecil dengan jumlah yang sangat banyak. Hal yang paling penting adalah
bahwa setiap perusahaan memproduksi hanya sebagian kecil dari total output
industri.
2.
Semua perusahaan memproduksi
barang yang homogen. Maksudnya adalah output dari setiap perusahaan tidak dapat
dibedakan satu sama lain dari sudut pandang konsumen.
3.
Semua pelaku pasar mengetahui
seluruh fenomena dalam pasar tersebut. Jika dua perusahaan/produsen menjual barang
dengan harga yang berbeda, maka semua konsumen akan mengetahui fenomena
tersebut.
4.
Tidak ada batasan untuk masuk
dalam pasar kompetitif.
Dalam pasar kompetitif sempurna marginal revenue (MR)
sebanding dengan average revenue (AR), maka keuntungan dimaksimalkan dengan
cara menyetarakan produksi dengan titik dimana marginal cost (MC) sama dengan
price (P). Jika pendapatan produsen (Revenue) tidak mencukupi biaya variabel,
produsen akan meminimalisasi kerugian dengan cara berhenti berproduksi. Ada
atau tidak adanya keuntungan ekonomi, mengatur masuk dan keluarnya
perusahaan/produsen dari pasar kompetitif sempurna
Jika telusuri lebih jauh, pasar kompetitif sempurna
terlihat tidak realistis. Memang benar, pasar kompetitif sempurna merupakan
bentuk ekstrem dari struktur pasar. Namun, kita tidak bisa mengesampingkan konsep
ini karena banyak kasus dalam dunia industri yang mendekati konsep pasar
kompetitif, sehingga dengan memahaminya kita dapat mengetahui prilaku pasar
tersebut. Selain itu, pemahaman tentang konsep pasar kompetitif sempurna ini
merupakan prasyarat agar kita dapat memahami konsep struktur pasar yang jauh
lebih kompleks.
II.
Monopoli
Berkebalikan dengan pasar kompetitif sempurna, kita
mengenal adanya monopoli dimana hanya ada satu perusahaan/produsen skala besar dalam
suatu industri. Pelaku monopoli dapat mengatur harga pasar tanpa ada
pertimbangan terhadap pihak lain. Tapi, kemampuan mengatur harga pasar pelaku
monopoli sangat terbatas, karena ketika ia ingin menjual barang dengan jumlah
besar maka harga harus diturunkan. Sebagai konsekuensinya, pelaku monopoli
harus dapat menentukan kapasitas produksi dengan harga barang monopoli itu
sendiri.
Sebuah pasar monopoli akan lebih sering memproduksi sedikit
output dengan biaya yang relatif tinggi daripada pasar kompetitif sempurna.
Konsekuensinya, lebih sedikit sumber daya yang digunakan dalam industri yang
dimonopoli. Hal ini menimbulkan kemungkinan hilangnya efisiensi sumber daya
dalam monopoli.
Jika skala ekonomi mencukupi, hal ini memungkinkan usaha
pemaksimalan keuntungan pasar monopoli dengan cara memproduksi lebih banyak
barang dengan biaya yang lebih rendah dari pasar kompetitif sempurna. Dari
sudut pandang pengalokasian sumber daya, sudah seharusnya pemerintah sebagai
pemegang kekuasaan mengatur kebijakan harga pasar terhadap marginal cost.
III.
Oligopoli
Tidak ada struktur pasar yang lebih sulit untuk dianalisis
kecuali oligopoli. Sangat sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi ketika
para pelaku oligopoli berusaha memaksimalakan keuntungan. Oleh karena itu,
konsep pemaksimalan profit pasar oligopoli menjadi sangat ambigu. Padahal
banyak sekali sektor penting dalam ekonomi kita berada dalam pasar oligopoli
seperti industri mobil, baja, minyak bumi, gas alam, aluminium, serat sintetis,
peralatan komunikasi, lampu, komputer, sabun, deterjen, mesin jahit dan masih
banyak lagi. Dari tiap industri tersebut, lebih dari 70 persen diproduksi oleh
tiga atau empat perusahaan.
Dalam pasar oligopoli, pembedaan produk dan kurangnya
informasi merupakan hal yang paling penting dari kekuatan monopoli dalam sistem
oligopoli. Tapi, yang menjadi ciri utama dari oligopoli adalah produksi barang
dalam industri dikuasai oleh beberapa produsen besar. Karena itulah, hubungan
interdependensi antar produsen dalam oligopoli berbeda dengan sistem pasar
lain.
Dalam oligopoli, peningkatan pangsa pasar dari salah satu
produsen akan menimbulkan dampak bagi
pangsa pasar produsen lain. Sebagai contoh, ketika perusahaan A merencanakan
perubahan harga, maka harus mempertimbangkan dampak bagi prilaku perusahaan
lain dalam pasar oligopoli tersebut. Akankah mereka tetap mempertahankan harga
jika perusahaan A menurunkan harga?jika ya, maka perusahaan A akan memiliki
pangsa pasar yang lebih besar. Tapi jika perusahaan lain menurunkan harga, maka
pangsa pasar perusahaan A tidak mengalami perubahan.
IV.
Kompetisi Monopolistik
Kompetisi monopolistik memiliki banyak persamaan dengan
pasar kompetiti sempurna. Kompetisi monopolistik secara umum memiliki jumlah
produsen kecil yang dapat diukur. Ada dua perbedaan penting diantara keduanya.
Pertama, setiap produsen dalam pasar kompetisi sempurna memproduksi barang yang
relatif sama, hampir tidak dapat dibedakan. Dalam kompetisi monopolistik,
secara umum setiap produsen memproduksi barang yang relatif berbeda. Kedua,
dalam pasar kompetisi sempurna diasumsikan bahwa pembeli dan penjual memiliki
informasi lengkap tentang kegiatan pasar, sedangkan dalam kompetisi monopolistik,
diasumsikan bahwa setiap orang tidak memiliki informasi lengakap.
Pembedaan produk dalam kompetisi monopolistik sangatlah
penting. Terkadang perbedaannya bersifat substantif, kadang juga tidak.
Bagaimanapun juga, yang lebih penting adalah barang hasil produksi berdeda atau
tidak dalam sudut pandang pembeli. Disamping itu, periklanan juga penting dan
dinilai cukup kontroversial dalam kompetisi monopolistik. Tujuannya adalah (1)
untuk memperluas demand terhadap produk, (2) untuk mempertahankan demand
menghadapi upaya-upaya promosi oleh produsen lain, dan (3) untuk mengurasi
elastisitas harga demand.
Sumber:
Atkinson, Llyold C. Economics,
The Science of Choice. 1982. Illinois: Richard D.Irwin, Inc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar